Big Brother atau Big Bro adalah sebuah istilah teranyar yang sedang terkenal di kampus saya untuk menggambarkan seorang teman yang menjadi korban atau pelaku dari affair (artinya masing-masing dari mereka sedang atau pernah terlibat konflik). Yang membuat istilah ini pahit adalah kenyataan bahwa konflik tersebut adalah konflik yang disebabkan oleh perempuan; terdengar kekanak-kanakan memang, tapi berusia 20 tahun dan tidak mengalami hal seperti itu adalah wujud kehampaan yang nyata.
Istilah Big Bro sendiri diadaptasi dari sebuah reality show di sebuah saluran TV tentang sekelompok orang yang ‘saling membunuh’ untuk kemenangan; tapi istilah ini nyaris tidak berhubungan dengan acara tersebut, ini hanyalah istilah pinjaman yang pada awalnya digunakan untuk menggambarkan sebuah konflik psikis berkepanjangan antara dua orang teman di kampusku yang berbadan besar. Itulah awal dari istilah Big Bro.
Sekarang istilah ini mengalami perluasan makna tanpa meninggalkan makna awalnya. Kini setiap anak lelaki yang pernah berhubungan dengan seorang perempuan yang pernah memiliki rekor dengan lelaki lain yang saling kenal pun disebut Big Bro. Karena itu kejadian seperti mendekati perempuan idaman teman, berhubungan dengan mantan pacar teman, bahkan kejadian klasik seperti backstabbing dan homewrecking bisa menjadikan seorang teman Big Brother temannya.
Kisah Big Brother-hood sebenarnya adalah kejadian yang sangat sinematis dan mendunia.
Coba lihat kisah antara Peter Parker, Mary Jane Watson, dan Harry Osborn dalam Spiderman; sangat orisinil.

Coba lihat juga kisah perseteruan antara Bruce Wayne dan Harvey Dent dalam The Dark Knight; sangat natural.

Lalu, apakah jahat menjadi seorang Big Brother? Tidak, itu menambah warna dalam pertemanan kita. Yang disebut jahat adalah menjelek-jelekkan Big Bro-nya di belakang dan secara tidak professional membawa masalah tersebut menjadi masalah social yang luas.
HAIL BIG BROTHER!
Big Brother or Big Bro is the latest term that is in vogue in my college to describe a friend who becomes a victim or perpetrator of an affair (meaning to say that each of them is or have been involved in a conflict). What makes this term bitter is the fact that such conflict is caused by girl; it sounds childish indeed, but living for 20 years and haven’t experienced such thing is a real void.
The ‘Big Bro’ term itself was adapted from a reality show on a TV channel about a group of people who 'kill each other' to win. Yet, the term is hardly associated with that show; this is just a borrowed term which was originally used to describe a prolonged psychiatric conflict between two big mates in my college. That was the beginning of such term.
Now this term has expanded the meaning without leaving the first. Today, every boy who ever dealt with a girl who has had a record with another boy who knew each other was called the Big Bro. Because of that, incident as approaching friend’s lover, having in touch with friend’s ex-girlfriend, even the classic incident such as backstabbing and home wrecking can make a friend his Big Brother.
Big Brother-hood tale is actually a very cinematic and worldwide story. Behold the story between Peter Parker, Mary Jane Watson in Spiderman and Harry Osborn; very original. Then look at the story of a feud between Bruce Wayne and Harvey Dent in The Dark Knight; very natural.
Then, if is it cruel to become a Big Brother? No, it adds colors in our friendship. The so-called evil is bad-mouthing his Big Bro in the back and cowardly bringing that issue into a broader social problem.
HAIL BIG BROTHER!